Dirawat RSCM, Gini Kondisi Terakhir Andrie Yunus, Aktivis KontraS Yang Disiram Air Keras

Dirawat RSCM, Gini Kondisi Terakhir Andrie Yunus, Aktivis KontraS Yang Disiram Air Keras

Jakarta – Sudah lebih dari tiga pekan berlalu, sejak peristiwa penyerangan dengan menggunakan air keras terhadap wakil kordinator KontraS, Andrie Yunus pada pertengahan maret lalu. RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang menjadi tempat perawatan andrie mengungkapkan kondisi terakhir aktivis KontraS itu kini.

Menurut pihak RSCM, kondisi psikologis Andrie Yunus saat ini cukup stabil.

“kondisi psikologis pasien dalam keadaan cukup stabil meskipun mengalami peristiwa traumatis berat,” kata Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara, di Jakarta, Rabu (1/4).

Yoga mengatakan tim medis terus memberikan dukungan psikologis untuk memastikan pasien tetap tenang dan mampu mengikuti proses perawatan dengan optimal.

“Hingga saat ini, pasien masih berada dalam pemantauan tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis bedah plastik, oftalmologi, serta tenaga kesehatan terkait lainnya guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan berkesinambungan,” tutur Yoga.

Dia juga menjelaskan kondisi luka pasien menunjukkan perbaikan, dengan sebagian besar luka telah menutup dan kering, ditutupi oleh kulit baru hasil cangkok di area wajah, leher depan, dada, sebagian pundak, dan lengan kanan.

“Rencana evaluasi luka dalam sedasi sebanyak dua kali minggu ini untuk memastikan proses penyembuhan berjalan baik, masih terdapat area kulit mati di leher belakang yang akan dibersihkan dan ditutup dengan cangkok kulit lanjutan dalam satu minggu ke depan,” papar Yoga.

Lebih lanjut, dia menuturkan pada Sabtu (28/3), pasien menjalani operasi mata kanan untuk ketiga kalinya.

Saat ini, keluhan nyeri minimal dan tidak ditemukan tanda infeksi. Selama operasi, ditemukan permukaan kornea semakin menipis dan terdapat kebocoran pada dinding bola mata.

“Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, dilakukan penambalan bola mata dengan jaringan selaput dari tungkai pasien yang kemudian ditutup dengan selaput konjungtiva. Mata kanan sengaja ditutup sementara dengan penjahitan kelopak mata untuk melindungi dan mempertahankan bentuk bola mata selama proses penyembuhan,” tutur Yoga.

Dia mengungkapkan penutupan itu direncanakan berlangsung sekitar empat bulan. Setelah itu, tim medis melakukan evaluasi lanjutan untuk menentukan langkah selanjutnya.

RSCM menegaskan komitmennya untuk terus memberikan penanganan medis yang optimal, profesional, dan mengedepankan keselamatan pasien.

Baca:Komnas HAM: Kena Zat Kimia Asam Keras, Pemulihan Andrie Yunus KontraS Hingga 2 Tahun

 

Share Here: