
Buntut Kebakaran Kemayoran, Dirut Terra Drone Ditangkap Polisi
Jakarta – Polisi bergerak cepat menyelidiki kasus kebakaran gedung Terra Drone di Kemayoran Jakarta Pusat yang menewaskan 22 orang karyawan. Kurang dari 24 jam polisi berhasil menangkap Direktur Utama Terra Drone Drone Indonesia Michael Wisnu Wardhana alias MW dan telah menetapkannya sebagai tersangka. MW kini ditahan di Rutan Polres Jakarta Utara. Penangkapan MW buntut dari terbakarnya kantor Terra Droen di Kemayoran, Jakart Pusat yang menewaskan 22 orang karyawannya. Kebakaran tragis tersebut terjadi saat jam makan siang, pada Selasa 10 Desember 2025.
Dirut Terra Drone, Michael Wisnu Wardhana ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Pusat di sebuah unit apartemen di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Polisi menangkap MW pada rabu malam di apartemennya, tidak perlu waktu lama polisi langsung membawa MW ke Mapolres Jakarta Utara untuk mendalami keterlibatannya dalam kebakaran yang menewaskan 22 karyawannya. Penangkapan dilakukan setalah polisi mengantongi surat perintah resmi terhadap MW.
Michael Wisnu Wardhana dijerat pasal berlapis dan terancam hukuman seumur hidup. Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, mengatakan, Michael dijerat dengan tiga pasal, yakni pasal 187, pasal 188, dan pasal 359 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal 187 KUHP adalah perbuatan yang mengakibatkan kebakaran, pasal 188 KUHP terkait kelalaian yang mengakibatkan kebakaran dan pasal 359 KUHP tentang kelalaian menyebabkan orang lain meninggal dunia.
Siapa Michael Wisnu Wardhana?
Michael Wishnu Wardana adalah pengusaha muda yang merintis usahanya di bidang teknologi dan e-commerce.Ia menyelesaikan pendidikan S-1 di kampus bergengsi di Indonesia, kemudian melanjutkan S-2 di Amerika Serikat pendidikan yang diambilnya pada S-1 dan S-2 fokus pada bidang teknologi informasi. Namanya dikenal orang berkat novasi-inovasi yang ia hasilkan sejak awal membangun karier digital.
22 Tewas Dalam Kebakaran Gedung Terra Drone
Gedung Terra Drone terbakar pada Selasa (9/12) pukul 12.43 WIB. 22 orang tewas dalam kebakaran ini, mereka terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki. Kebakaran berasal dari baterai litium di lantai 1, umumnya pada korban meninggal dunia karena kekurangan oksigen lantaran asap tebal menyelimuti gedung berlantai 7 tersebut.

