Bahlil : Jangan Panic Buying Beli BBM

Bahlil : Jangan Panic Buying Beli BBM

Solo – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia meminta masyarakat jangan panic buying dalam membeli Bahan Bakar Minyak (BBM). Menurutunya masyarakat tidak perlu membeli BBM dalam jumlah besar, beli secukupnya saja.

“Contoh, dalam satu hari cukuplah 30 sampai 40 liter. Engga ada rasa panic buying. Engga perlu ada, jadi pakailah secukupnya,” ujar Bahlil.

Bahlil juga mengingatkan pelaku usaha jangan menimbun BBM namun gunakanlah energi secara bijak. Bahlil mengeluarkan imbauan ini sebagai antisipasi dampak perang Ameriksa-Israel Vs Iran yang sudah berlangsung satu bulan. Perang tersebut telah menimbulkan krisis energi ke seluruh dunia, bahkan Filipina sudah menyatakan krisis energi.

Untuk memastikan penghematan energi di lapangan Menteri Bahlil menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jawa Tengah.

“Saya ingin menyampaikan bahwa tolong memakai energi dengan bijak. Tolong, SPBU ini bukan untuk industri. Tolong dipakai dengan bijaksana,” ujar Bahlil ketika melakukan sidak di Jawa Tengah.

Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah butuh dukungan masyarakat untuk menjaga stabilitas stok BBM, saat ini situasi global terdampak perang Amerika-Iran.

Namun Bahlil menjamin pasokan BBM untuk masyarakat masih aman meski dibawah tekanan krisis energi global. Krisis energi dipicu oleh perang Ameriks-Israel Vs Iran.

“Insya Allah pemerintah menjaga pasokan energi dan cadangan energi dan harga, dan berbagai kesempatan meski kondisi semua dunia kena. Kami bersyukur hari ini BBM di negara kita tercinta baik, bensin, solar, LPG terpenuhi dengan baik,” terang Bahlil dalam kunjungan ke SPBU di Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026).

Amerika dan Israel membombardir Iran sejak 28 Februari lalu, kemudian Iran membalas dengan menyerang kepentingan-kepentingan Amerika di kawasan Timur Tengah dengan menyerang kilang-kilang minyak negara-negara Arab disamping menyerang pangkalan militer AS.

Tidak hanya itu, krisis juga dipicu oleh penutupan total selat Hormuz jalur strategis tempata hilir mudik kapal-kapal tanker membawa minyak bumi ke seluruh dunia. Penutupan selat Hormuz membuat 20 persen pasokan energi dunia terganggu. Iran mengancam membakar kapal-kapal tanker yang nekat melewati selat Hormuz terutama sekutu-sekutu Amerika.

Meski Iran telah melonggarkan pengawasan selat Hormuz dengan memberikan izin ke beberapa negara, namun krisis energi global tetap mengancam negara-negara importir minyak terutama kawasan Asia.

 

 

 

Share Here: