AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan Damai, Gencatan Senjata Terancam Berakhir

AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan Damai, Gencatan Senjata Terancam Berakhir

Perundingan tatap muka antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan pada Minggu (12/4/2026). Kedua pihak saling lempar kesalahan atas kegagalan negosiasi tersebut.

Pejabat AS menyebut perundingan gagal karena Iran menolak berkomitmen meninggalkan program nuklirnya. Sementara pihak Iran menuding AS sebagai penyebab kebuntuan, tanpa merinci poin sengketanya.

Kini, gencatan senjata 14 hari yang dijadwalkan berakhir 22 April mendatang berada di ujung tanduk. Mediator Pakistan mendesak semua pihak untuk tetap menjaga kesepakatan itu.

Vance: Iran Harus Tinggalkan Senjata Nuklir

Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan pihaknya membutuhkan komitmen nyata dari Iran untuk tidak mengejar senjata nuklir, termasuk alat-alat yang bisa mempercepat pembuatannya. Pernyataan itu disampaikan usai perundingan alot yang berlangsung selama 21 jam.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf, yang memimpin delegasi Iran, balik menantang AS untuk membuktikan apakah mereka bisa meraih kepercayaan Iran atau tidak.

Iran selama ini membantah mengincar senjata nuklir, namun bersikeras atas haknya memiliki program nuklir sipil. Para ahli mencatat cadangan uranium yang diperkaya Iran hanya selangkah teknis dari tingkat senjata.

Perang Telah Tewaskan Ribuan Orang

Sejak AS dan Israel melancarkan perang pada 28 Februari lalu, konflik ini telah merenggut setidaknya 3.000 jiwa di Iran, 2.020 di Lebanon, 23 di Israel, dan belasan lainnya di negara-negara Arab Teluk.

Cengkeraman Iran atas Selat Hormuz nyaris memutus ekspor minyak dan gas Teluk Persia dari perekonomian global, memicu lonjakan harga energi dunia.

AS Mulai Operasi di Selat Hormuz

Di tengah perundingan, militer AS menyatakan dua kapal perusak telah melintas di Selat Hormuz untuk operasi pembersihan ranjau, pertama kalinya sejak perang dimulai. Namun Iran membantah klaim tersebut.

Presiden Trump menegaskan operasi itu akan tetap berjalan, sepakat atau tidak.

Israel Terus Serang Lebanon

Kebuntuan perundingan memunculkan pertanyaan baru soal konflik di Lebanon. Israel terus melancarkan serangan meski gencatan senjata telah diumumkan, dengan alasan kesepakatan tidak mencakup wilayah itu.

Enam orang dilaporkan tewas dalam serangan Israel di desa Maaroub, dekat Tyre, pada Minggu pagi. Serangan di Lebanon selatan justru semakin intens bersamaan dengan invasi darat yang Israel perbarui setelah Hezbollah meluncurkan roket.

Negosiasi Israel-Lebanon dijadwalkan dimulai Selasa di Washington. Namun protes pecah di Beirut pada Sabtu atas rencana perundingan tersebut.

Share Here:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *