
AS Beri Iran Ultimatum 48 Jam, Trump: Neraka Akan Turun

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran, Sabtu (4/4/2026). Ia memberi waktu 48 jam bagi Teheran untuk berunding, atau menghadapi konsekuensi berat.
“Waktu hampir habis. 48 jam sebelum neraka menghujani mereka,” tulis Trump di platform media sosialnya, Truth Social.
Latar Belakang Konflik
Perang ini meletus lebih dari sebulan lalu, dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Iran pun membalas, dan konflik meluas ke seluruh Timur Tengah.
Dampaknya langsung terasa secara global, terutama karena Selat Hormuz, jalur vital minyak dan gas dunia, kini ditutup.
Pilot AS Masih Hilang
Di tengah ketegangan ini, pasukan khusus AS tengah berjuang mencari dua awak pesawat tempur F-15 yang ditembak jatuh Iran. Satu pilot berhasil diselamatkan, satu lainnya masih hilang di wilayah Iran barat daya.
Warga setempat dilaporkan bahkan menembaki helikopter pencarian AS dengan senapan. Video yang beredar di media sosial dan diverifikasi AFP memperlihatkan polisi Iran menembaki helikopter AS.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Ghalibaf pun, menyindir situasi ini.
“Perang yang mereka mulai sudah turun level, dari ‘ganti rezim’ jadi ‘Hei, ada yang bisa temukan pilot kami?'”
Serangan Dekat Pembangkit Nuklir Bushehr
Satu perkembangan paling mengkhawatirkan terjadi di dekat pembangkit nuklir Bushehr. Serangan di kawasan itu menewaskan seorang penjaga dan memaksa 198 pekerja Rusia, yang membantu mengoperasikan fasilitas tersebut, untuk dievakuasi.
Menteri Luar Negeri Iran memperingatkan bahwa jika serangan terus berlanjut, bisa terjadi kebocoran radioaktif yang “mengakhiri kehidupan di ibu kota negara-negara Teluk, bukan Teheran.”
Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Mariano Grossi menegaskan, “Kawasan pembangkit nuklir tidak boleh diserang dalam kondisi apa pun.”
Konflik Meluas ke Lebanon dan Teluk
Serangan tak hanya terjadi di Iran. Di Lebanon, militer Israel melaporkan telah menghantam lebih dari 3.500 target sejak pertempuran terbaru dengan Hezbollah dimulai. Rumah sakit di kota Tyre rusak akibat serangan di sekitarnya, melukai 11 orang.
Di Bahrain, serpihan drone Iran melukai empat orang. Di Dubai, dua gedung, termasuk kantor perusahaan komputasi awan Oracle milik AS, terkena puing-puing.
Baca:Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon



