Ahok Tekankan Pentingnya E-Katalog

Ahok Tekankan Pentingnya E-Katalog

Jakarta – Ahok menekankan pentingnya e-katalog buatan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk ekspor-impor minyak.

“Makanya saya dari dulu ngotot bikin LKPP. Semua ada supply hair stock, tapi bukan satu pemenang. Kita pengen pakai standar e-katalog sehingga tinggal beli,” kata Ahok kepada para wartawan usai pemeriksaannya di Kejaksaan Agung, Jakarta Kamis (13/3/2025).

Menurut Ahok, jika Pertamina mengikuti skema yang disebutkannya dengan e-katalog, Indonesia bisa punya stok minyak dari 6 bulan hingga 1 tahun.

“Sehingga stok ketahanan energi Indonesia bisa mungkin enam bulan sampai setahun,” ujar dia.

Ahok berpendapat, selama ini Indonesia kelabakan saat perusahaan pemenang tender tidak mau mengekspor minyak saat harga minyak dunia turun.

“Harga minyak lagi rugi, dia (perusahaan pemenang tender) enggak mau kirim. Kelabakan kita, padahal pemenang tender,” kata mantan gubernur Jakarta ini.

Ia menginginkan pemerintah ataupun perusahaan, membangun tangki-tangki untuk menampung cadangan minyak. Sehingga, jika ada kebutuhan, pemerintah tinggal mengambil minyak dalam tangki-tangki ini. Tapi, jika belum ada kebutuhan minyak dan stok masih surplus, perusahaan penyedianya bisa mengekspor kembali minyaknya tanpa dikenakan pajak.

“Makanya, saya pengen siapapun mau bisnis minyak di Indonesia. Kita punya tanah luas. Anda bangun tangki atau kami bangun tangki. Anda titip. Boleh diekspor kembali, enggak kena pajak,” kata dia.

Ahok mengatakan, rencananya ini bahkan sudah disetujui oleh Menteri Keuangan, tetapi hingga kini tidak dilaksanakan.

Pada pemeriksaan di Kejaksan Agung hari ini, Ahok mengaku menjelaskan soal agenda dan isi rapat ketika dia masih menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina pada tahun 2019-2024.

“Saya cuma sampaikan agenda rapat kita terekam, tercatat,” ujar dia.

Ahok mengatakan, karena sudah mundur dari Pertamina, dia tidak lagi bisa memberikan data yang dibutuhkan penyidik. Ia pun meminta penyidik untuk meminta langsung data-data tersebut kepada Pertamina.

“Silakan di Kejaksaan Agung untuk meminta dari Pertamina. Nah, saya sendiri sampaikan bahwa ini ya, sebatas itu, kita tahu lah,” lanjut dia. Namun, Ahok menegaskan, ia bersedia membantu penyidik untuk mengungkap perkara yang ada.

“Tentu, saya sampaikan pada Kejaksaan (Agung) penyidik. Intinya, saya mau membantu. Mana yang kurang nanti setelah dia dapat data-data dari Pertamina, setelah mereka pelajari, (Ahok akan datang lagi jika dipanggil),” kata Ahok.

Baca juga: Ahok Disodori 14 Pertanyaan Soal Kasus Korupsi di Pertamina Holding

Share Here: