
12 Hari Penggulingan Bashar al-Assad
reporter-channel – Kelompok mujahidin Suriah telah mengumumkan berakhirnya kekuasaan Presiden Bashar al-Assad pada Minggu (8/12/2024). Mereka menyatakan telah menggulingkannya pemerintah Rezim Al-Assad setelah berhasil mengusai Ibu Kota Damaskus dan membuat Bashar al-Assad melarikan diri.
Kemajuan pesat perlawanan kelompok anti pemerintah di hari-hari terakhir kepemimpinan Al-Assad itu sangat mengejutkan. Pertempuran demi pertempuran yang dimenangkan kelompok mujahidin Suriah itu mengobarkan perang saudara yang telah terjadi sejak tahun 2011 itu. Perang saudara dimulai ketika Basjar Al-Assad menindas protes-protes anti-pemerintah.
Berikut kronologi 12 hari penggulingan pemerintahan Bashar al-Assad:
1. Serangan ke Aleppo, 27 November
Setelah empat tahun gencatan senjata yang diprakarsai Turkiye, Rusia, dan Iran, perang di Suriah kembali berkobar sejak 27 November 2024. Saat itu, pasukan perlawanan melancarkan serangan mendadak terhadap tentara Suriah di Provinsi Aleppo di utara. Serangan itu memicu bentrokan yang menewaskan lebih dari 130 orang dalam 24 jam.
Serangan tanggal 27 November itu dilancarkan oleh kelompok perlawanan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dan faksi-faksi sekutunya. Kelompok mujahidin Hayat Tahrir al-Sham selama ini telah menguasai sebagian besar wilayah barat laut Idlib dan beberapa bagian dari provinsi tetangga Aleppo, Hama, dan Latakia
2. Jalan penghubung Aleepo – Damaskus Diputus, 28 November
Serangan Hayat Tahrir al-Sham terjadi ketika Israel dan Hizbullah saling menyerang, meski kedua pihak telah menyepakati gencatan senjata. Para pemberontak memutus jalan raya yang menghubungkan Aleppo dengan ibu kota Suriah, Damaskus.
3. Penggempuran Aleppo, 29 dan 30 November
Aleppo yang dikuasai pemerintah terus digempur kelompok perlawanan. Mereka memasuki wilayah di bagian utara Suriah itu dalam sebuah serangan kilat terhadap pasukan pemerintah Suriah yang didukung Iran dan Rusia. Jet-jet tempur Rusia membalas dengan melancarkan serangan ke kota Aleppo untuk pertama kalinya sejak 2016.
Kelompok perlawanan berhasil menguasai sebagian besar wilayah Aleppo hanya dalam waktu satu hari. Mereka juga telah menguasai lebih dari 80 kota dan desa di bagian utara. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyampaikan keprihatinannya atas perkembangan yang berbahaya ini kepada rekan-rekannya dari Iran dan Turkiye.
4. Aleppo di Luar Kendali Pasukan Suriah,1 Desember
Kepala Syrian Observatory for Human Rights mengatakan bahwa Kota Aleppo telah berada di luar kendali pasukan rezim Suriah untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade pada Minggu (1/12/2024). Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kemudian bertemu Al-Assad di Damaskus Minggu lalu.
Sebelum berangkat ke Damaskus, Argchi mengatakan bahwa Iran akan dengan tegas mendukung pemerintah dan tentara Suriah. Sementara, Amerika Serikat, Perancis, Jerman, dan Inggris menyerukan “de-eskalasi”, dan mendesak perlindungan warga sipil dan infrastruktur di Suriah.
5. Putin dan Masoud Berjanji Mendukung Suriah, 2 Desember
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Senin (2/12/2024), menjanjikan “dukungan tanpa syarat” untuk sekutu mereka, Presiden Suriah Bashar al-Assad.
6. Hama Jatuh, 5 Desember
Hama jatuh ke tangan mujahidin pada Kamis, 5 Desember 2024. Kota terbesar keempat di Suriah itu jatuh setelah pertempuran sengit selama berhari-hari antara pasukan mujahidin dengan pasukan Assad. Pemimpin kelompok perlawanan Suriah Abu Mohammed al-Jolani mengatakan bahwa “tidak akan ada balas dendam” setelah perebutan Hama.
7. Pasukan Perlawanan Mendekati Homs, 6 Desember
Pasukan anti pemerintah terus mendekati Homs pada Jumat (6/12/2024). Homs dijuluki sebagai “ibu kota revolusi”. Pemimpin Hayat Tahrir Al-Sham Jolani mengatakan, tujuan dari serangan ini adalah untuk menggulingkan pemerintahan Assad. “Hak kami menggunakan semua cara untuk mencapai tujuan itu,” ujarnya sebagaimana dikutip AFP.
Sementara itu, pasukan Suriah dan paramiliter yang didukung oleh Pemerintah Iran menarik diri dari kota Deir Ezzor timur dan sekitarnya. Deir Ezzor adalah rumah bagi para penasihat militer Iran. Para penasehat militer dari Iran ini didatangkan ke Suriah pasca-2011.
Menurut Syrian Observatory for Human Rights, ada lebih dari 820 orang, termasuk 111 warga sipil, yang terbunuh sejak serangan dimulai. Kekerasan itu telah membuat 280.000 orang mengungsi, dan PBB memperingatkan bahwa jumlah itu dapat membengkak menjadi 1,5 juta orang.
8. Homs Jatuh, 7 Desember
Pemberontak Suriah merebut Homs pada Sabtu (7/12/2024). Pemimpin Hayat Tahrir Al-Sham mengatakan, “Damaskus menanti Anda”. Sementara, Kementerian Pertahanan Suriah berusaha menyangkal kabar penarikan tentara dari sekitar Damaskus.
Sementara itu, Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan, yang mendukung beberapa kelompok bersenjata di Suriah utara, pada Sabtu mengatakan Suriah sudah lelah dengan perang, darah, dan air mata. Sedangkan Hizbullah Lebanon dilaporkan mengirimkan 2.000 pejuang ke Suriah “untuk mempertahankan posisinya”.
9. Pemerintahan Assad Digulingkan, 8 Desember
Menurut Syrian Observatory for Human Rights pada Minggu (8/12/2024), tentara Suriah dan pasukan keamanan lainnya menarik diri dari bandara internasional Damaskus setelah Assad dilaporkan melarikan diri dari Suriah.
Pasukan mujahidin Suriah memasuki Damaskus dan mengumumkan berakhirnya kekuasaan Assad. Penduduk mengalir ke jalan-jalan untuk merayakan kejatuhan rezim Al-Assad. Perdana Menteri (PM) Suriah Mohammed al-Jalali menyatakan siap “bekerja sama” dengan kepemimpinan yang dipilih oleh rakyat dan untuk proses serah terima jabatan.



